Papua punya kanguru. Mirip seperti di Australia, namun berbeda ukuran dan kehidupannya. Mari kita kenali lebih dekat tentang kanguru Papua.

"Di Macropodidae, ada beberapa jenis di dalamnya. Yang sudah didata sampai sekarang, sekitar 14 jenis kanguru di Papua. Tersebar dari dataran rendah sampai dataran tinggi," kata Hendra Kurniawan Maury, M.Si peneliti wildlife dari Universitas Cendrawasih di Jayapura.
Menariknya, kanguru di Papua ada beragam bentuk, ukuran dan warnanya. Sebutannya juga berbeda-beda, seperti kanguru tanah dan kanguru pohon.

"Yang termasuk kangguru pohon itu adalah Dendrolagus, itu adaptasi dari kanguru daratan terhadap relung kanopi yang kosong di papua ini. Begini, daerah kanopi biasanya diisi oleh primata, tapi di Papua daerah kanopi itu kosong. Sehingga, kanguru harus survive dan beradaptasi untuk memakan pucuk pohon di atasnya," terang Hendra.
Ada juga Dendrolagus mbaiso atau dikenal dingiso, suatu kanguru yang bulunya berwarna hitam. Menariknya, dingiso hidup di kawasan Alpine yang berada di ketinggian 3.500-4.000 mdpl.
"Belum ada penelitian lebih dalam, mengapa mereka mendiami kawasan tersebut," uajr Hendra.

Paling terkenal adalah kanguru di Merauke. Traveler bisa melihatnya di Taman Nasional Wasur, sebab di sana terdapat tempat khusus untuk menelitinya.
"Nah di Merauke tipe ekosistemnya beda lagi karena rata-rata savana dan hutan terbuka. Sehingga, kanguru di Merauke tidak bisa memanjat. Berbeda dengan kanguru pohon di Pegunungan Tengah," papar Hendra.

Menurut Hendra, kanguru di Papua yang paling besar adalah Macropus agilis seberat 25 kg. Kemudian ada genus Dorcopsis yaitu yang hidup di pohon dengan berat 5-7 kg. Paling kecil adalah Dorcopsulus, dengan berat 2-3 kg.
Kebanyakan, kanguru di Papua berada di daratan utama Papua. Hendra menjelaskan, belum ada penelitian lebih dalam tentang kanguru-kanguru di Papua. Padahal, bisa jadi masih ada jenis kanguru lainnya lagi!
"Potensi ditemukan kanguru jenis baru di Papua ini, tentu masih ada," tutupnya.